Sunday, June 18, 2017

10 Fakta Unik Menjelang Lebaran / Hari Raya Idul Fitri

Menjelang Lebaran khusunya Indonesia atau menjelang Hari Raya Idul Fitri identik dengan Hari Raya Kemenangan bagi Umat Muslim di seluruh dunia atau muka bumi ini, yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setiap tahun Hijriah.  Hari Raya Idul Fitri dikenal juga hari kemenangan atau hari bersalam-salaman baik dengan keluarga Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Saudara, Teman, dan se;uruh umat muslim apabila berpapasan bertemu pasti dihari raya idul fitri bakal salam-salaman, sehingga perayaannya lebih semarak dimanding hari raya lainnya seperti Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Haji.  Sesuai pengalaman yang dirasakan, ada beberapa hal sebqgqi fakta yang unik dalam menyangkut sebelum hari lebaran / hari Raya Idul Fitri tiba.
Apa saja yang untuk dalam menyambut menjelang lebaran tersebut ?
Inilah judul nya. 8 Fakta Unik Menjelang Lebaran / Hari Raya Idul Fitri
1. Polemik penentuan 1 Syawal : 
Pemerintah melalui Kemenag menentukan lokasi Hilal

Rupanya sudah menjadi kebiasaan, khusunya di Indonesia, penentuan 1 Syawal agak sedikit ruwet karena terindikasi ada kepentingan politik segelintir orang, sehingga terkadang umat menjadi terpecah-pecah dalam melaksanakan hari rayanya. Namun pada keadaan tertentu kadang 1 Syawal tersebut bisa dirayakan secara bersama-sama.

2. Marakya berbagi Zakat Fitrah : 

Menurut aturan, pelaksanaan berzakat fitrah harusnya sudah bisa dilaksanakan mulai bulan puasa tiba, namun kebiasaan yang ada malam takbiran baru mulai dikerjakan.
Zakat fitrah adalah zakat diri setiap muslim yang mampu. Baik laki-laki maupun perempuan wajib membayar zakat. Zakat itu pun diberikan sampai batas waktu tertentu, yaitu sebelum salat Idul Fitri dimulai. Pemberian zakat bisa dibayarkan di masjid, musala, atau berbagai lembaga amil zakat lainnya.
Lantas berapa besaran zakat yang harus dibayarkan umat Muslim tersebut?
Menurut Ustaz Rikza Maulan, besaran zakat fitrah yang harus diberikan oleh setiap Muslim adalah sebesar 2.5 kilogram beras. Beras yang diberikan harus sesuai dengan jenis beras yang dikonsumsi sehari-hari.
“Zakat fitrah yang harus dikeluarkan seseorang itu standarnya adalah 2.5 kilogram beras yang kita makan sehari-hari di rumah. Tidak boleh jelek dari itu,

3. Malam Takbiran Lebaran
 

Malam takbiran adalah sesuatu acara yang ditunggu-tunggu banyak orang, karena malam takbiran bersifat acara parade dari berbagai elemen dalam menyambut malam lebaran.  Biasanya malam takbiran diisi dengan acara takbiran semalam suntuk secara bersama-sama baik orang dewasa maupun anak-anak.

4. Maraknya Ketupat dan Kue Kering Lebaran : 

Sudah menjadi tradisi di Indonesia bahwa lebaran identik dengan ketupat dan maraknya pasar kaget jualan kue kering untuk lebaran.

5. Tukeran Uang : 
 
Karena hari lebaran biasanya juga identik dengan bagi-bagi uang (angpao), maka di tempat-tempat tertentu sudah banyak orang-orang yang memberikan jasa penukaran uang baru untuk lebaran. Biasanya orang yang akan mudik sengaja untuk menukarkan uang dahulu dengan tujuan untuk membagikan sanak saudara di kampung halaman besarannya relatif ada yang amplopnya besar ada pula yang sedang bagaimana kemampuan seseorang.

6. Kebiasaan Beli Baju Baru : 

Biasanya ada rasa tak afdol bila hari lebaran tidak dirayakan dengan baju baru, khususnya anak-anak, tapi tidak kalahnya orang tuapun sama ingin memakai pakaian baru, sarung baru. Sehingga, menjelang hari raya / lebaran pasar-pasar, toko dan mall selalu dipenuhi pengunjung yang mau beli baju baru atau istilah di kampung tempat kelahiranku baju dulag.

7. Mudik : 
 
Bagi yang tempat kerjanya jauh dari kampung halaman, biasanya mereka berkesempatan untuk pulang sekaligus bersilaturahmi, sehingga kegiatan mudik dianggap perlu oleh kebanyakkan masyarakat Indonesia.

8. Ziarah : 

Menjelang lebaran kegiatan ziarah semakin marak, sehingga bahkan di tempat pemakaman umum (TPU) sudah disediakan jasa pembaca doa buat penziarah.

9. Pawai Obor

Teriakan mulai dewasa, anak-anak, dengan berjalan-jalan mengelilingi jalan, kampung, samnil mengumandangkan takbir Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar' dalam rangka  pawai obor 'biasanya untuk menyemarakan malam Hari Raya Idul Fitri' Pawai obor ini sudah biasa dilaksanakan di seluruh wilayah Nusantara khususnya umat muslim, apalagi dilingkungan ponpres itu sudah pasti pawai obor ini dilaksanakan, yang diikuti sejumlah anak-anak santriwan dan santiwati untuk menyambut datangnya Bulan Ramadan dan menyambul datangnya Hari Raya Idul Fitri.

10. Main Kembang Api / Mercon
Beberapa hari menjelang malam takbiran biasanya orang-orang telah merencanakan pesta kembang api dengan adik, maka pemuda tersebut merencanakan hendak merayakan malam takbiran dengan bermain kembang api. Beberapa hari sebelumnya tiga buah jenis kembang api telah dibeli oleh nya.
Telah lama kami tak bermain kembang api, beberapa tahun nan silam kami selalu bermain kembang api di malam takbiran. Pada suatu ketika makdang, kami mencemooh kami dengan mengatakan kelakuan kami serupa kanak-kanak padahal sudah dewasa. Semenjak saat itu kami menjadi sakit hati dan berhenti main kembang api bersama adik-adik.
Sekarang kami mulai kembali, tak peduli apa kata orang, memangnya ada aturan bahwa; yang boleh main kembang api itu ialah kanak-kanak saja? (hanya sebuah cerita saja)

Sekarang banyak yang mudik membawa kambang api mulai dari yang ukuran kecil sampai ukuran besar pun ada. Mereka melakukan kegiatan tersebut ada yang di lapangan luas, pesawahan kering, kalau di kampung dekat sungai, ada pula yang di pasir, pokonya sinar terang dimalam gelap gulita.
Itulah, 10 Fakta Unik Sebelum Lebaran menurut www.mitazaedu.blogspot.com. yang terjadi di nusantara ini.

0 comments:

Post a Comment